Langsung ke konten utama

Just Story

 

DISCLAIMER: I wrote this diary a month ago before new year at 2026 when i strugle. Allah so nice to me and happy for every single second he give it to me. 

Tiga bulan lagi tahun akan berganti. Aku masih tidak tahu mengapa dan bagaimana dunia di sekitarku sedang bekerja. Aku hanya menjalani rutinitas sebagaimana kewajiban ku sebagai seorang anak pada diri sendiri dan orang tua.

Long story short, actually I was graduate in 2024. Since February, I am working near my home in the government office. Not in the entire government, but I am in the one of the office. My office is BUMD has named Maju Jaya Sejahtera.

The first impression I meet of people in the office is awkward and nervous. Because I feel that I use my nepotizm to looking this job. But actually is not. The head of residence govorment is my village is uncle from my boyfriend. The real story is, I get this job because I was do it research from my final study in the university. And one from people who I was interview is my uncle’s boyfriend.

Maybe since that, my uncle’s boyfriend know and notice me. I will be convident because I have many experience working since I am be student. So, why I  have to nerveous? So, why I have to reject this opportunity when I need this? I need money. I can’t always use my freelance job and not yet get stability working.

So that’s how I can be here now. But… did u know that  this not what I want? Maybe yes, I wanna be part of government but as PNS. In this position I just feel enough for my paid and keep bleeshing for my job. In the next year, 2026 hopefully I can  be real part of government, get my NIP, and be PNS.

So, what I do now? I still learning something new. Like development my skill as woman, as worker, as child from my parents, and as girlfriend if maybe soon to be wife? Hahahahaha.

I can’t to refuse if I still struggling with my life. Why? Sometimes, I feel I suit to many thing to god. When I just human, small human, and I do the small effort to make my god interest to me. How god can give me what I real want? So, that’s it.

As I am losing something. I feel sorry for my life. I just promise to be better. So, what I real want to be rich, to be get high paid, to get financial freedom, I can get all.

From my boyfriend, I hope u can be graduate in this year. Or, if u feel so hard, I hope in thir first month u can be graduate. I will always to be ur side.  Waiting for u because u always waiting for me. Since past until now.

Komentar

Artikel Populer lainnya

TRIP 2   : PEKANBARU FOR THE MY WAY TO MEET NEW SOMETHING (4) Hai, semua. Setelah kemarin aku bercerita tentang petualangan selama tersesat sekarang aku ingin membagikan momen saat menjadi panitia pemira. Agenda sidang masih belarut-larut dan tidak kunjung selesai. masing-masing delegasi angkatan punya pendapat dan nasehat yang terkadang berbenturan dengan pengurus Himakom. Jadi mereka harus mencari titik temu untuk menyelesaikan masalah. Selama itu pula aku mengambil napas untuk keluar dari ruang sidang yang menyesakkan dengan bertemu teman-teman. Tidak kusangka aku bertemu Septi yang saat itu berkunjung ke kampus untuk mengambil KTM. Septi memiliki logat Medan yang khas sehingga aku mudah mengenalinya. Kami mudah bergaul karena mungkin pembawaan Septi yang satu frekuensi denganku. Namun sayang, Septi tidak lama berada di kampus dan harus segera pergi karena suatu urusan. Aku kembali ke ruang sidang dan mengawasi zoom bersama Ica. Saat itu aku mendapatkan pesan dari kak Wi...

TIGA SAHABAT : TAMPIL DI ACARA PENSI SMAN 2 SINGINGI HILIR

 Sebelumnya aku adalah anak yang sangat pendiam saat duduk di bangku kelas 1 SD. Namun, itu hanya berlaku dalam interaksi sosial. Jujur, saat di kelas 1 SD aku sangat bersemangat untuk mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan dari guru. Sifat pendiamku ini perlahan menghilang, terutama saat aku masuk di bangku SMA. Aku bertemu dengan para siswa yang beragam. Termasuk dua orang dalam foto di atas. Sebut saja mereka Sunna dan Intana. Itu bukan nama asli mereka. Aku hanya menyukai memanggil mereka dengan sebutan itu. Mereka memanggilku dengan nama 'Ndut.' Ya, mungkin saja karena aku sedikit kelebihan berat badan semasa SMA. Aku banyak menghabiskan waktu dengan mereka. Ahahaha, rasanya seperti mengenang kejayaan remaja. Di SMP aku adalah pribadi yang berani, banyak tersandung skandal, eit. Bukan skandal seperti berkencan dengan bos besar apalagi artis! Karena mustahil, desaku itu letaknya jauh sekali dari perkotaan besar. Nah, teman-temanku ini juga salah satu hal yang membuatku s...

Study With Carra Part 1 : Komunikasi Persuasif

Koniciwa!!! Mungkin di part ini adalah part paling serius untuk bagian blog aku. Because, this is will help someone who looking for anything can be related with my major. Kalau kamu bukan bagian dari anak Ilmu Komunikasi, it's okay. Kamu juga bisa dapatin ilmu ini.  Of, FYI kalau catatan disini berasal dari studi aku selama belajar satu semester mata kuliah komunikasi persuasif. Sangat direkomendasikan untuk kamu yang seringkali berhubungan dengan dunia bujuk membujuk atau negoisasi dan mempengaruhi seseorang. Pastinya juga untuk pelajar yang ingin menambah referensi wawasan.  Let's begin friends. *** Komunikasi persuasif bertujuan untuk mempengaruhi percayaan, sikap dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai keinginan komunikator. Faktor yang diperhatikan dalam komunikasi Persuasif 1.       Kejelasan Tujuan Untuk mempengaruhi pendapat, sikap dan perilaku audiens: ·          Kognitif =Pikiran ...