Hai, semua. Di trip kedua ini aku bakalan sharing story tentang kegiatan aku selama di Pekanbaru. Di awal pembukaan episode pertama trip dua ini akan diawali dengan sedikit insiden yang kurang menyenangkan. Aku mengalami mabuk perjalanan tepatnya di wilayah Duri. Untungnya, mamas ku tidak marah. Sayangnya perjalanan terasa lebih lambat karena aku ingin cepat sampai dan leherku sudah sakit rasanya karena terus-terusan mengeluarkan makanan yang sudah aku telan sejak pagi. Alhasil aku sampai di kost Pekanbaru di tengah hari. Mamas pulang setelah mengantar dan membantuku membereskan barang.
Salah satu temanku dari desa ikut membantuku selama tinggal di kos ini. Dia juga yang merekomendasikan untuk tinggal disana. Namanya Anisa dan bisa dibilang dia banyak menolongku selama aku jauh dari orangtua saat itu. Tak lama setelahnya Ica datang. Dia teman satu kamarku. Ica ternyata lebih prepare dari apa yang kuduga. Dia membawa banyak barang dan menantanya di dalam. Ica berpamitan pergi sebentar untuk ikut membereskan kos kakaknya. Selama itu aku memanfaatkan waktu dengan istirahat.
Sore harinya aku meminta tolong Anisa untuk mengantarku ke pusat perbelanjaan untuk membeli sepatu. Letak jalannya berasa di Panam. Hanya lima menit saja kami sudah sampai. Kami berkeliling mencari tempat sepatu. Ada banyak toko yang menjualnya, namun aku memilih untuk mencari sampai area belakang. Disana sangat bersih dan harganya sangat terjangkau. Aku berhasil mendapatkan sepatu konvers saat magrib tiba. Kami menyempatkan diri membeli minuman yang hanya dijual dengan harga lima ribu. Cukup terjangkau sekali dan rasanya sangat segar.
Pagi harinya aku dan Ica bersiap untuk ke kampus. Inilah tujuanku datang ke Pekanbaru. Aku bergabung sebagai panitia konferensi Himakom XIX di dividi HID sebagai anggota. Sebenarnya aku tidak benar-benar ikut menjadi panitia. Aku hanya ingin melihat bagaimana kampus dan teman-teman yang selama ini hanya kulihat dari online saja. Wah, tujuanku ini sebenarnya agak menyimpang juga, ya? Hahahaha.
Hari pertama cukup menegangkan bagiku. Kami dijemput Wira si teman Ica menggunakan motor. Aku cukup terkesima dengan gedung kampusku. Padahal aku sudah menjadi mahasiswa disini selama setahun, lho. Namun baru melihatnya sekarang. Kami memarkirkan motor di depan gedung dekanat. Rumornya daerah sini sangat rawan kehilangan motor. Padahal jika dilihat dari segi keamanan aku pikir ini sudah sangat aman. Ya, biasa si. Apa yang terlihat di mata belum tentu benar di fakta. Jadi mereka menyarankan untuk kita berhati-hati.
Untuk sampai di ruang sidang kami melewati gedung dekanat yang berdiri megah. Ada tulisan FISIP yang cukup mencolok di gedung dekanat. Ibarat tulisan itu pengganti air mancur yang biasanya ada di tengah-tengah kota. Kemudia kami melewati koridor kantor dan gedung kelas. Belok kiri lalu sampai lha ke ruang sidang. Sudah ada beberapa teman-teman yang berkumpul. Ica menyapa mereka dengan santai. Sedangkan aku yang baru bertemu mereka rasanya sangat canggung sekali. Aku sama sekali tidak tahu nama mereka, bahkan untuk tersenyum saja tidak akan nampak karena aku menggunakan masker. Hanya satu dua orang saja yang aku tau.
Aku duduk di meja terdepan yang letaknya ada di samping kiri. Tugasku sebagai operator hanya menjalankan zoom dan mengawasi peserta. Aku rasa ini sangat mudah namun membosankan. Aku tidak terbiasa dengan tugas yang hanya diam saja seperti ini. Namun karena aku masih anak baru, tidak cukup buruk juga. Aku jadi tidak terlalu memikirkan harus berinteraksi dengan sikap SKSD yang rasa-rasanya bukan aku banget. Whahahahahah, sombong amat! Padahal aku cuman malu dan enggak tau harus bersikap kek mana dari awal. Jadi, aku hanya berinteraksi jika memang itu diperlukan. Wah, aku ini sok menjaga jarak atau emang ansos, sih?
Aku beruntung di hari pertama aku bertemu Fitri Wahyuna si teman chatku. Dia sangat baby face sekali dan kalem. Dia EXO-L dan kami bercengkrama saat berwudhu di belakang mushola. Panggilannya Yuna, dia sangat baik sekali. Kemudia ada Eka. Si Army yang super tahu tentang Namjoon. Kebetulan aku juga Army jadi sangat excited saat bertemu dengan kedua temanku ini. Mereka adalah orang yang nantinya sangat berpengaruh bagi aku. Huwaaa, menulis tentang mereka jadi rindu lagi, hmmm.
Yuna dan Eka menjabat sebagai anggota divisi konsumsi. Mereka terlihat sangat sibuk menyiapkan makanan. Terkadang aku merasa aku sendiri jika tidak ada mereka. Oleh karena itu, aku sangat berterimakasih kepada Eka dan Yuna yang sudah mau membawaku bermain dan berbagi cerita bersama-sama.
Bukan bermaksud mengecualikan teman yang lain. Kalian pasti pernah tahu kan kalimat yang mengatakan bahwa, kenyamanan dan penghargaan adalah hal penting untuk diri kita? Mungkin teman-teman yang lain sangat menghargaiku, namun tak semua memberikan kenyamanan untukku. Eka dan Yuna membagikan dua hal itu padaku. Mereka memperlakukanku selayaknya aku adalah orang biasa yang hanya ingin berteman tanpa maksud dan tujuan tertentu.
Oke, sekian dulu untuk cerita hari ini. Sampai jumpa lagi di cerita trip lainnya ….
Dokumentasi

Gedung Dekanar dari Kejauhan 
Kamar Kos yang cukup nyaman dan sederhana
![]() |
| Ruang Konferensi yang sejuk |
![]() |
| Semangat bertugas!!! |


Komentar